Baru-baru ini saya mendapat kesempatan untuk duduk bersama Direktur Dinkes Bantaeng Sulsel, Dr. Arifin Sutrisno, untuk membahas tantangan kesehatan yang dihadapi wilayah ini dan strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Dr Sutrisno menjabat Direktur Dinkes Bantaeng Sulsel selama tiga tahun terakhir dan memiliki segudang ilmu dan pengalaman di bidang kesehatan masyarakat.
Salah satu tantangan kesehatan utama yang dihadapi Bantaeng Sulsel adalah tingginya prevalensi penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Dr Sutrisno menjelaskan, faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan merokok menjadi kontributor utama meningkatnya penyakit tersebut. Menanggapi hal ini, Dinkes Bantaeng Sulsel telah berupaya untuk mempromosikan perilaku sehat melalui program pendidikan dan penjangkauan masyarakat.
Tantangan lain yang dihadapi wilayah ini adalah terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan, terutama di daerah pedesaan. Dr Sutrisno menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur dan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan di daerah tertinggal. Dinkes Bantaeng Sulsel telah bekerja sama dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi masalah ini dan memastikan bahwa semua warga memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Ketika ditanya mengenai strategi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut, Dr. Sutrisno menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan. Ia menekankan perlunya pendekatan multi-sektoral yang melibatkan lembaga pemerintah, organisasi nirlaba, dan sektor swasta untuk secara efektif mengatasi masalah kesehatan kompleks yang dihadapi wilayah ini. Dinkes Bantaeng Sulsel telah berupaya memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan lokal dan memanfaatkan sumber daya dan keahlian untuk meningkatkan hasil kesehatan.
Menatap masa depan, dr Sutrisno mengungkapkan optimismenya terhadap potensi perubahan positif pada sistem kesehatan Bantaeng Sulsel. Ia menyoroti pentingnya berinvestasi dalam tindakan pencegahan kesehatan dan program deteksi dini untuk mengurangi beban penyakit di wilayah tersebut. Ia juga menekankan perlunya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan bagi para profesional kesehatan untuk memastikan bahwa mereka dibekali untuk memberikan layanan berkualitas kepada semua warga.
Kesimpulannya, wawancara saya dengan Dr. Arifin Sutrisno memberikan wawasan berharga mengenai tantangan kesehatan yang dihadapi Bantaeng Sulsel dan strategi yang diterapkan untuk mengatasinya. Dengan bekerja secara kolaboratif dan berinvestasi dalam tindakan pencegahan, Dinkes Bantaeng Sulsel meletakkan landasan untuk masa depan yang lebih sehat bagi seluruh warga.
